Jangan berpikir bila buku ini memuat geng motor, mafia, atau bad boy di lingkungan SMA. Buku ini lebih dari itu. Banyak hal menarik dalam 234 halaman. Bahkan bila tidak melihat Ucapan Terima Kasih penulis—kalian tidak akan menyangka bila penulisnya dari Indonesia. Pembaca seolah melihat dan mendengar negara Jepang dalam rangkaian kata yang disusun oleh penulis bernama pena Zachira. Semuanya disusun rapi dan membius hati. Judul buku : Dearest Karya : Zachira Tahun terbit : 2015 Penerbit : Grasindo BLURB Dear Yui, Kau ingat aku? Mungkin tidak, tapi aku mengenalmu. Meski tak pernah bicara padamu. Aku mengagumi sosokmu, tapi tak terlintas menjadikanmu milikku. Karena sahabatku pun memilihmu. Dan memaksa kami berjanji atas nama persahabatan, tak akan mendekatimu. Cinta yang kami miliki membuat kami harus puas memandangimu dari jauh. Dari sudut di dalam sebuah gerbong kereta. My dearest Yui, Hidup tidak akan selalu mendukungmu. Keinginanmu tidak akan selalu terpenuhi. Dan du...
Jangan berpikir bila buku ini memuat geng motor, mafia, atau bad boy di lingkungan SMA. Buku ini lebih dari itu. Banyak hal menarik dalam 234 halaman. Bahkan bila tidak melihat Ucapan Terima Kasih penulis—kalian tidak akan menyangka bila penulisnya dari Indonesia. Pembaca seolah melihat dan mendengar negara Jepang dalam rangkaian kata yang disusun oleh penulis bernama pena Zachira. Semuanya disusun rapi dan membius hati.
Judul buku : Dearest
Karya : Zachira
Tahun terbit : 2015
Penerbit : Grasindo
BLURB
Dear Yui,
Kau ingat aku?
Mungkin tidak, tapi aku mengenalmu. Meski tak pernah bicara padamu.
Aku mengagumi sosokmu, tapi tak terlintas menjadikanmu milikku.
Karena sahabatku pun memilihmu.
Dan memaksa kami berjanji atas nama persahabatan, tak akan mendekatimu.
Cinta yang kami miliki membuat kami harus puas memandangimu dari jauh.
Dari sudut di dalam sebuah gerbong kereta.
My dearest Yui,
Hidup tidak akan selalu mendukungmu.
Keinginanmu tidak akan selalu terpenuhi.
Dan dunia kadang tidak adil padamu.
Saat itu, ingatlah pesanku
Tetaplah kuat. Tetaplah bersinar.
Jadilah dirimu sendiri yang selalu aku kagumi.
Ah, bukan 'aku', melainkan 'kami'.
Ya... kami.
Salam sayang,
Yuuya & Toru
SYNOPSIS
Buku dengan alur campur ini mengisahkan persahabatan dua lelaki tampan—Yuuya dan Toru, yang masih melajang sampai mereka cukup dewasa. Yuuya merupakan manager pelaksana perusahaan IT yang playboy, ia kerap menggandeng banyak perempuan; tak ada satupun yang akan kencan dengannya lebih dari dua hari. Sementara Toru—yang kaku dan pendiam—adalah aktor yang cukup populer dan memilih untuk fokus bekerja daripada bermain wanita—seperti halnya Yuuya. Di tengah kesibukan mereka, keduanya tetap berhubungan dan bertemu dalam beberapa event.
Suatu malam, di pesta kembang api, keduanya bertemu dan saling bertukar cerita. Mengenai kesibukan mereka, atau bahkan status mereka yang menyedihkan. Yuuya mengingat masa populer mereka ketika di SMA. Mendadak ia juga menyebut gadis kereta yang telah meninggalkan tanda tanya pada mereka—Yui.
Shinohara Yui merupakan gadis biasa yang bersekolah di Sakuragaoka Gakuen, berbeda dengan Yuuya dan Toru yang sekolah di Yozakura Gakuen. Keduanya kerap bertemu dengan Yui di kereta api setiap paginya. Mereka sama-sama tertarik dengan gadis itu, tapi enggan mendekati Yui karena terlibat suatu kesepakatan. Yuuya tak akan mendekati Yui jika Toru tidak mendekati Yui. Toru yang tak ingin Yui jadi korban Yuuya (berhubung Yuuya playboy sedari dulu), memilih untuk memandangi Yui dari jauh. Intinya, mereka mengagumi Yui dan tak pernah bicara atau bertukar sapa dengan gadis itu.
Suatu saat, mereka tak lagi menemukan senyuman gadis itu. Keceriaan Yui terganti oleh muram dan senyum manisnya hilang. Beberapa saat kemudian diketahuilah jika Yui menderita kanker tulang. Ia yang tadinya merupakan kapten aikido (salah satu seni bela diri) jelas kehilangan kemampuannya. Lebih-lebih gadis itu pindah begitu saja, tanpa meninggalkan jejak. Mereka kehilangan jejak Yui, dan entah kenapa tak bisa melupakan sosok yang sesungguhnya masih asing bagi mereka.
Takdir ternyata selucu itu, ketika keduanya kewalahan mencari keberadaan Yui setelah tujuh tahun tak lagi bersua—Yuuya malah berpapasan dengan Yui di depan mesin penjual minuman. Sedang di lain sisi, saat Yui jadi penonton dalam suatu acara masak TV internasional, Toru merupakan bintang tamunya. Yui bahkan dipanggil untuk naik panggung dan ikut memasak dengan bantuan Toru.
Kisah dilanjutkan dengan perjuangan kedua lelaki itu mendapatkan Yui. Yui yang sekarang tak akan bisa disamakan dengan Yui dahulu. Yui kini terkesan dingin dan tak banyak bicara. Namun ia terlihat sehat bugar dan tetap punya setitik cahaya di wajahnya, kedua kakinya juga lengkap dan paripurna. Namun ternyata gadis itu tengah bertunangan dengan Kosuke, sosok pengidap kanker yang tengah menunggu ajalnya. Sosok yang memaksa Yui untuk pergi dan bahagia daripada berakhir menangisi kematiannya.
MY OPINION
Meski cukup rumit, aku rasa semua yang ada di novel ini memuaskan. Ending mengagumkan. Terasa adil bagi semua tokohnya. Plot twist kehadiran Kosuke juga membuatku ingin lekas menyelesaikan buku ini dan mengetahui akhirnya. Konflik yang ada juga cukup menegangkan. Ketulusan cinta Yuuya, Toru, Kosuke, atau bahkan Yui bisa dibaca hanya dengan rangkaian kata. Pun tokoh yang ada konsisten dan punya pesona.
Detail serta lucunya ekspresi para tokoh adalah hal terfavorit dalam buku ini. Cara Zachira mencampur alur maju dengan flashback juga on point dan tidak baffle. Dialog yang disajikan juga menghibur, terlebih joke-joke yang bertebaran. Semua elemen tadi membangun penyataan seolah seluruh tokoh dan kisah mereka benar-benar ada.
Untuk kekurangan buku—mungkin ada pada ilustrasi. Tanpa merendahkan ilustrator atau designer buku, menurutku gambar dalam cover tidak begitu menarik jika dipandang sekilas mata, terlalu sederhana. Aku akan mengatakan base color-nya mencolok. Pola-pola yang terlukis jadi menyamar karena pemilihan warna yang kurang tepat. Ah, blurbnya juga terlalu panjang. Bagi orang yang tengah memilih buku dan melihat blurb sebagai patokan, aku rasa isinya belum cukup untuk memprovokasi otak untuk segera membelinya. Blurb belum mewakilkan seseru apa isi buku ini.
Pelajaran yang bisa didapat dari buku ini, bisa jadi, adalah untuk: lebih menetapkan tujuan kita dan setia pada apa yang hendak kita perjuangkan. Ada juga beberapa fakta yang membuktikan bila kesabaran itu menghasilkan. Arti cinta sesungguhnya pun dijabarkan penulis dalam dua kalimat yang indah.
"Mungkin kau perlu sedikit mengubah anggapanmu yang selalu mengaitkan bahwa cinta diidentikkan dengan bahagia bersama. Cinta yang membebaskan pasangannya dari rasa sakit, itu juga cinta." - Toru
Berhubung buku ini diterbitkan tahun 2015, di mana orang Indonesia belum mempunyai hasrat untuk banyak membaca (meski sekarang juga melalui digital). Di masa masih sedikit designer grafik brilian yang gemar berekperimen dengan banyak hal. Sebelum viralnya Dear Nathan, Mariposa, ataupun Antares—kurasa Dearest ini sudah sangat-sangat pantas untuk menemani waktu luang kalian nantinya.
Selamat membaca!
Comments
Post a Comment